Botx3WPVqZzjcbaPYbnpdpWEdurMill2plxTE7pF
Membesarkan Anak Zaman Now (Part 2 : Mendidik Anak Gemar Belajar dengan cinta)

Iklan Billboard 970x250

Membesarkan Anak Zaman Now (Part 2 : Mendidik Anak Gemar Belajar dengan cinta)

Membesarkan Anak Zaman Now (Part 2 : Mendidik Anak Gemar Belajar dengan cinta) - Masih bertajuk "Membesarkan Anak Zaman Now", kali ini Jejak AKhi akan sedikit membahas ulasan yang Kak Seto sampaikan. Seto Mulyadi S.Psi., M.Si atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kak Seto adalah seorang praktisi anakdan beliau juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Membesarkan Anak Zaman Now (Part 2 : Mendidik Anak Gemar Belajar dengan cinta)
Kak Seto "Membesarkan anak zaman now"

Memang apa bedanya sih anak "zaman old" dengan "zaman now"? Anak "zaman old" itu ruang bermainnya di alam terbuka, sehingga cukup menghirup udara segar, dapat bergerak bebas, lebih pandai bersosialisasi, mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta penuh persahabatan. Aspek perkembangan jiwanya pun lebih tinggi baik secara psikososial, psikomotorik, kecerdasan, kreativitas, kecerdasan bahasa, maupun kepemimpinannya.

Anak "zaman now" pada umumnya mempunyai khas kecanduan pada gadget, keterampilan yang terbatas, obsesi pada produk baru, kurang bergerak, cenderung obesitas, terkungkung dalam dunia teknologi, kurang sosialisasi, perkembangan bahasanya terlambat. Sehingga menimbulkan minus, seperti kurangnya komunikasi verbal, sikap egosentris, sikap individualistis, ingin hasil yang serba cepat, instan dan gampang yang berakibat tidak menghargai proses.

Baca juga: Aktivitas Anak Populer Ini Menyebabkan Konsekuensi Yang Buruk

Dampak kecanduan gadget : 


  • Sering menghabiskan waktu hingga larut untuk bermain gadget.
  • Sering diomeli orang tua karena sering bergadang.
  • Sering mengantuk dan jadi tidak fokus di sekolah.
  • Kurang komunikasi dengan keluarga.
  • Memunculkan bahasa baru yang tidak berkualitas.
  • Informasi dan akses pornografi sejak dini. Kecanduan pornografi pada anak ini adalah disebabkan karena orang tau yang sering tidak peduli, tidak punya waktu, gagap teknologi, serta melupakan kecerdasan moral dan spiritual.


Bukan tidak boleh anak mengenal gadget atau teknologi karena adapun hal positif yang anak-anak dapatkan melalui gadget. Hanya saja penggunaan yang berlebihan apalagi kemudian tidak terkontrol malah jadi sangat berbahaya. 

Membesarkan Anak Zaman Now (Part 2 : Mendidik Anak Gemar Belajar dengan cinta)
contoh dampak kecanduan gadget pada anak zaman now

Kemampuan pada anak tidak hanya diukur dengan prestasi akademik saja. IQ (Intelligence Quotient) atau kecerdasan intelektual bukanlah segalanya. Masih ada yang di sebut EQ (Emotional Quotient) atau kecerdasan emosional, SQ (Spiritual Quotient) atau kecerdasan spiritual, ESQ (Emotional Spiritual Quotient) atau gabungan antara kecerdasan emosi dan spiritual, CQ (Creativity Quotient) atau kecerdasan kreatifitas dan AQ (Adversitas Quotient) atau kecerdasan dalam menghadapai segala kesulitan. Selain itu, kecerdasan tiap anak itu berbeda ada yang cerdas angka, cerdas kata, cerdas gambar, cerdas musik, cerdas tubuh, cerdas teman, cerdas diri, dan cerdas alam.

Baca juga: Membesarkan Anak Zaman Now (Part 1 : Penggunaan Media Digital Pada Anak)

Pada dasarnya semua anak itu senang belajar. Namun belajar yang efektif adalah belajar dalam suasana yang gembira dan menyenangkan. bagaimana cara orangtua dalam mendidik dan membesarkan anak "zaman now"? Beberapa diantaranya adalah:
  • Jangan membentak anak karena mental anak akan mudah terguncang
  • Biasakan menghadapi "kegemasan" anak dengan tersenyum
  • Orangtua hendaklah menjadi contoh teladan bagi anak karena anak mempunyai sifat yang cenderung meniru apa yang dihadapannya
  • Beri kesempatan anak untuk berkreatifitas.


Belajar itu bisa dilakukan dan didapatkan dimana saja. Belajar juga tidak harus dengan kekerasan, tidak dengan dibentak, dicubit, dipukul dan lain sebagainya Dan kunci kesuksesan menghadapi anak adalah dengan menjadi orang tua yang  kreatif. Kak Seto juga menerangkan bahwa sebagai orangtua juga tidak boleh melupakan hak anak yang harus dipenuhi, yaitu:
  • Hak hidup
  • Hak tumbuh kembang
  • Hak perlindungan
  • Hak Partisipasi

Jadi orangtua dan lingkungan terdekat sangat berperan penting dalam mendidik anak. Didik anak dengan cinta dengan menjadi sahabat bagi anak, komunikasi dua arah, arahkan anak pada hal-hal yang positif, salah satunya komunikasi dengan mendongeng karena dengan mendongeng orang tua secara perlahan menyampaikan pesan-pesan yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Semoga ulasan ini bermanfaat. Salam Jejak AKhi. 😊


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post