Botx3WPVqZzjcbaPYbnpdpWEdurMill2plxTE7pF
8 Efek samping antibiotik yang jarang dokter beritahu

Iklan Billboard 970x250

8 Efek samping antibiotik yang jarang dokter beritahu

Efek samping yang paling populer dari minum antibiotik adalah mual dan diare. Hampir semua orang tahu tentang hal tersebut baik dari dokter atau dari pengalaman mereka sendiri. Tetapi para ilmuwan Amerika menemukan bahwa setidaknya 20% orang yang mengonsumsi antibiotik dalam hidup mereka telah mengalami efek samping lain.

Jejak AKhi akan membahas fakta bahwa orang yang berbeda dapat memiliki efek samping yang berbeda saat menggunakan antibiotik. Anda juga dapat menemukan daftar lengkap kemungkinan efek samping dalam instruksi obat.

1. Demam

Demam bisa disebabkan oleh banyak hal kecuali minum antibiotik. Tetapi jika Anda merasakan demam segera setelah Anda mulai minum obat, Anda mungkin memiliki reaksi alergi terhadap obat yang menyebabkan demam.

Demam dapat disebabkan oleh hampir semua antibiotik tetapi sebagian besar disebabkan oleh antibiotik β-laktam, cephalexin, minocycline, dan sulfonamide.


  • Apa yang harus anda lakukan?
Demam ini kemungkinan akan segera hilang dengan sendirinya. Tetapi jika demamnya terlalu kuat, Anda harus segera mengatasinya dan menemui dokter Anda dan meminta penggantian antibiotiknya.

2. Infeksi jamur

8 Efek samping antibiotik yang jarang dokter beritahu
Infeksi jamur karena penguunaan antibiotik

Antibiotik mengubah habitat bakteri tubuh kita sehingga orang dapat menjadi rentan terhadap infeksi jamur. Mereka bisa muncul di mulut, di kulit, atau di bawah kuku.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Jika Anda diresepkan pengobatan jangka panjang, Anda harus mulai mengonsumsi obat antijamur bersama dengan antibiotik.

3. Reaksi alergi

Salah satu reaksi antibiotik yang paling berbahaya adalah reaksi alergi. Dalam hal ini, seseorang mungkin memiliki ruam yang gatal, kelopak mata yang membengkak, bibir, lidah, dan bahkan tenggorokan yang dapat menyebabkan anafilaksis. Terkadang dalam situasi seperti ini, dosis adrenalin dapat menyelamatkan seseorang. Namun, reaksi alergi terhadap antibiotik tidak berarti Anda tidak dapat mengonsumsi antibiotik apa pun.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Anda harus memberi tahu dokter Anda tentang alergi Anda dan mulai minum antibiotik dari kelompok yang berbeda. Juga, berhati-hatilah ketika Anda mulai mengambil obat baru yang belum pernah Anda ambil sebelumnya. Jika Anda memiliki gejala alergi lain, Anda harus segera ke dokter.

4. Perubahan warna gigi

8 Efek samping antibiotik yang jarang dokter beritahu
Perubahna warna gigi karena penggunaan antibiotik
Tetracycline dapat menyebabkan perubahna warna gigi pada anak-anak sebelum usia 8 tahun. Dan jika seorang wanita hamil mengonsumsi obat-obatan ini, ada kemungkinan bahwa bayi akan mengalami masalah dengan email gigi.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa doxycycline antibiotik modern tidak menyebabkan berubahnya warna gigi, sehingga dapat diambil tanpa konsekuensi. Tetapi tentu saja, harus dikonsultasikan dahulu dengan dokter.

5. Sensitivitas matahari

Beberapa antibiotik (tetrasiklin, fluoroquinolone, dan sulfon) dapat memiliki pengaruh pada seberapa peka kulit Anda terhadap sinar ultraviolet. Jika Anda terkena terlalu banyak sinar matahari saat mengambil obat-obatan ini, kemungkinan Anda akan mengalami peningkatan sengatan matahari. Bahkan antibiotik yang sama dapat menyebabkan ruam walaupun seseorang hanya menghabiskan hanya 15 menit di bawah sinar matahari.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Sebaiknya jangan terkena sinar matahari dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang, gunakan tabir surya, dan tutupi kulit dengan pakaian.

6. Sakit kepala dan pusing

Sakit kepala dan pusing juga merupakan efek samping yang sangat populer yang dimiliki orang ketika mengonsumsi antibiotik. Tetapi biasanya, sakit kepala atau pusing akan segera menghilang setelah Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Jika sakit kepala Anda tidak terlalu kuat, Anda bisa minum obat penghilang rasa sakit. Jika rasa sakitnya tak tertahankan, Anda harus menemui dokter dan mungkin akan mengganti obatnya.

7. Masalah jantung

Masalah ini tidak sering terjadi tetapi antibiotik dapat menyebabkan masalah jantung. Namun biasanya menyebabkan aritmia atau tekanan darah rendah. Sebagian besar dalam pengguanan jangka panjang, mengonsumsi eritromisin dan beberapa fluoroquinolones dapat menyebabkan efek samping seperti itu.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Temui dokter untuk mengubah antibiotik.

8. Kehamilan yang tidak diinginkan

Jika Anda mengonsumsi rifamycin dan pil KB, efek pil KB dapat menurun. Akibatnya, kemungkinan kehamilan yang tidak diinginkan meningkat. Antibiotik lain tidak mempengaruhi efek pil KB sebanyak ini.

  • Apa yang harus anda lakukan?
Saat meminum antibiotik, gunakan metode penghalang tambahan.

Jika Anda telah mengonsumsi antibiotik dan merasakan salah satu efek samping diatas, jangan mengambil tindakan apa pun sendiri dan jangan abaikan kondisi Anda. Segera periksakan pada dokter spesialis. Tuliskan pada kolom komentar jika Anda mengetahui efek samping lain dari penggunaan antibiotik. Salam Jejak AKhi. 😊
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post